Selasa, 07 Mei 2013



PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP

Salah satu ciri makhluk hidup adalah berkembang biak. Perkembangbiakan adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan individu baru yang sifatnya sama atau menyerupai induknya. Tujuan perkembangbiakan adalah untuk mengha-silkan keturunan sehingga dapat melestarikan jenisnya.
           
Cara perkembangbiakan ada 2, yaitu dengan cara generatif dan vegetatif.

1. Perkembangbiakan Generatif
           
Perkembangbiakan generatif adalah terbentuknya individu baru yang didahului oleh peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Perkembangbiakan generatif disebut juga perkembangbiakan secara kawin.

Ciri-ciri perkembangbiakan generatif :
a.  Adanya peleburan sel kelamin (sel kelamin jantan/sperma dengan sel kelamin betina/telur).
b.  Adanya 2 induk, yaitu jantan dan betina.
c.   Sifat keturunan bervariasi.

Ada 2 pembuahan dalam perkembangbiakan generatif, yaitu :
a.  Pembuahan internal, yaitu pembuahan yang terjadi di dalam tubuh.
b.  Pembuahan eksternal, yaitu pembuahan yang terjadi di luar tubuh.

Cara perkembangbiakan generatif ada 3, yaitu :
a.  Ovipar
Ovipar adalah perkembangbiakan yang dilakukan dengan cara bertelur. Mak-sudnya adalah embrio tumbuh dan berkembang di dalam telur. Jadi embrio mendapatkan makanan dari dalam telur. Jika telur sudah menetas, maka akan menghasilkan individu baru. Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara ovipar adalah ayam, bebek, burung, dan lain-lain.

b.  Vivipar
Vivipar adalah perkembangbiakan yang dilakukan dengan cara beranak. Mak-sudnya adalah embrio tumbuh dan berkembang di dalam rahim atau uterus. Jadi embrio mendapatkan makanan dari tubuh induknya melalui plasenta. Perkembangbiakan vivipar akan mengalami masa kehamilan. Jika sudah berkembang sempurna maka akan dilahirkan dari tubuh induknya. Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara ovipar adalah kambing, sapi, kelinci, dan lain-lain.

c.   Ovovivipar
Ovovivipar adalah perkembangbiakan yang dilakukan dengan cara bertelur dan beranak. Maksudnya adalah embrio tumbuh dan berkembang di dalam telur tetapi telurnya ada di rahim atau uterus. Jadi embrio mendapatkan makanan dari dalam telur. Jika sudah berkembang sempurna maka akan dilahirkan dari tubuh induknya bukan menetas dari telurnya. Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara ovovivipar adalah ular dan kadal.
2. Perkembangbiakan Vegetatif
           
Perkembangbiakan vegetatif adalah terbentuknya individu baru tanpa didahului oleh peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Perkembangbiakan generatif disebut juga perkembangbiakan secara tak kawin.

Ciri-ciri perkembangbiakan vegetatif :
a.  Tidak adanya peleburan sel kelamin.
b.  Induknya hanya ada 1.
c.   Sifat keturunan sama dengan sifat induknya.

Perkembangbiakan vegetatif ada 2, yaitu :
a.   Vegetatif alami, yaitu perkembangbiakan yang dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri.
b. Vegetatif buatan, yaitu perkembangbiakan yang dilakukan dengan campur tangan manusia.

Contoh perkembangbiakan vegetatif alami :
a.  Tunas
Tunas termasuk contoh perkembangbiakan vegetatif alami. Tunas muncul pada pangkal batang. Tunas kemuadian akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adalah pohon pisang dan pohon bambu.

b.  Spora
Spora termasuk contoh perkembangbiakan vegetatif alami. Spora dibentuk dan disimpan di dalam kotak spora yang disebut sporangium. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan spora adalah tumbuhan paku, ganggang hijau, dan jamur.

c.   Membelah diri
Tumbuhan tingkat rendah berkembangbiak dengan membelah diri. Tumbuhan tingkat rendah itu terdiri atas satu sel. Contohnya adalah ganggang hijau.

d.  Fragmentasi
Fragmentasi adalah pemotongan bagian tubuh untuk menghasilkan individu baru. Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara fragmentasi adalah cacing pipih.


e.  Rhizoma
Rhizoma adalah batang yang tertanam dan tumbuh di dalam tanah. Ciri-ciri rhizoma adalah bentuknya mirip akar, tetapi berbuku-buku seperti batang dan pada ujungnya terdapat kuncup. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan cara rhizoma adalah jahe, lengkuas, kunyit, dan lain-lain.

f.    Umbi akar
Umbi akar adalah umbi yang berasal dari akar yang membesar. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan cara umbi akar adalah wortel.


g.  Umbi batang
Umbi batang adalah umbi yang berasal dari batang yang membesar. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan cara umbi akar adalah kentang.

h.  Umbi lapis
Umbi lapis adalah umbi yang bentuknya berlapis-lapis. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan cara umbi lapis adalah bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay.

i.    Geragih
Geragih adalah batang yang tumbuh menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah. Ujung geragih yang menyentuh tanah akan belok ke atas. Contoh geragih yang di atas permukaan tanah adalah arbei dan pegagan. Contoh geragih yang di bawah permukaan tanah adalah rumput teki.


Contoh perkembangbiakan vegetatif buatan :
a.  Cangkok
Cangkok adalah membuat cabang batang tanaman menjadi berakar. Mencangkok tumbuhan berkayu dilakukan dengan cara mengupas kulit batang. Bagian yang telah dikuliti itu, kemudian dilapisi tanah subur dan dibungkus dengan sabut kelapa, ijuk, atau plastik. Contoh tumbuhan yang dapat dicangkok adalah pohon mangga, pohon jambu, dan lain-lain.

b.  Setek
Setek adalah menanam potongan bagian tumbuhan baik berupa batang, daun, dan akar. Setek ada 3, yaitu setek batang, setek daun,dan setek akar. Contoh setek batang adalah ketela pohon, mawar, dan sirih. Contoh setek daun adalah cocor bebek. Contoh setek akar adalah tanaman sukun.

c. Okulasi
Okulasi adalah cara pembudidayaan tanaman dengan menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan lain. Contoh tumbuhannya adalah pohon mangga, belimbing, dan lain-lain.



Kenampakan Alam
1.      Wilayah Daratan
Amatilah lingkungan tempat tinggalmu! Termasuk pada daerah yang datar, rendah, atau tinggi? Setelah kita amati lingkungan tempat tinggal kita tentunya tidaklah sama. Permukaan bumi kita terdiri atas wilayah daratan dan perairan. Wilayah daratan meliputi gunung, pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, dan sebagainya. Wilayah perairan meliputi laut, sungai, dan danau. Bentangan alam berupa daratan dan perairan disebut kenampakan alam. Negara Indonesia merupakan negara berbentuk kepulauan. Jumlah pulau di negara kita sekitar 18.810. Pulau merupakan suatu wilayah daratan yang luas. Satu pulau dengan pulau yang lain dihubungkan dengan laut ataupun selat.
a.       Pulau Jawa dengan Pulau Sumatra dihubungkan Selat Sunda.
b.      Pulau Kalimantan dengan Pulau Sulawesi dihubungkan Selat Makasar.
c.       Pulau Sumatra dengan Pulau Kalimantan dihubungkan Selat Karimata.
d.      Pulau Jawa dan Pulau Bali dihubungkan Selat Bali.
Jenis-jenis bentuk daratan di Indonesia, antara lain.
a.      Dataran rendah
Dataran rendah adalah wilayah yang memiliki ketinggian 0–200 m di atas permukaan laut. Dataran rendah merupakan wilayah yang paling diminati oleh manusia. Hal ini dikarenakan wilayahnya yang mudah dijangkau. Dataran rendah banyak dimanfaatkan manusia untuk kegiatan pertanian, perumahan dan sebagainya.
b.      Dataran tinggi
Dataran tinggi adalah wilayah yang memiliki ketinggian lebih dari 200 m di atas permukaan laut. Dataran tinggi biasanya memiliki udara yang sejuk. Pada wilayah dataran tinggi juga banyak dilakukan aktivitas pertanian. Pertanian yang ditanam berupa teh, kopi, sayur-sayuran dan buah-buahan.
c.       Gunung
Gunung adalah daerah yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Gunung terdiri atas gunung mati dan berapi. Gunung yang ada di Indonesia sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan pada wilayah sekitar gunung api merupakan wilayah yang subur.
Selain itu, manfaat lain yang dapat diperoleh dari gunung berapi, yaitu
1)      Menghasilkan barang tambang.
2)      Sebagai objek pariwisata.
3)       Lahan subur cocok untuk kegiatan pertanian,
4)      dan lain-lain.

Nama gunung
Letak
1.      Leuser
2.      Tinombala
3.      Krakatau
4.      Merapi
5.      Lawu
6.      Rinjani
7.      Kahung
8.      Agung
9.      Tangkesawua
a.       Nanggroe Aceh Darussalam
b.      Sulaesi Twengah
c.       Banten
d.      jawa Tengah
e.       Jawa Timur
f.       Nusa Tenggara Barat
g.      Kalimantan Selatan
h.      Bali     
i.        Sulawesi Tenggara

d.      Pegunungan

Pegunungan adalah daerah berbukit-bukit yang memanjang. Pegunungan mempunyai ketinggian lebih dari 1500 m di atas permukaan laut. Wilayah pegunungan yang ada di Indonesia cukup banyak. Umumnya wilayah pegunungan digunakan untuk tempat rekreasi. Hal ini karena pegunungan memiliki udara yang sejuk. Di samping itu juga banyak dilakukan kegiatan pertanian dan perkebunan.
e.       Dataran pantai
Dataran pantai adalah batas antara daratan dengan laut. Indonesia merupakan negara kepulauan. Hal ini menyebabkan Indonesia banyak memiliki pantai. Pantai yang ada di Indonesia dimanfaatkan untuk tujuan wisata. Adapun wisata yang datang berasal dari dalam maupun luar negeri. Wilayah pantai dianggap sebagai wilayah yang memiliki daya tarik.
f.       Tanjung
Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Tanjung yang ada di Indonesia jumlahnya cukup banyak. Wilayah tanjung dapat dimanfaatkan sebagai pelabuhan.
Nama Tanjung
Letak
1. Tanjung Sorong Papua Barat
2. Tanjung Batu Nidi Bali
3. Tanjung Tanahmea Sulawesi
4. Tanjung Kehidupan Kalimantan
5. Tanjung Karangweleng Jawa
Papua Barat
Bali
Sulawesi
Kalimantan
Jawa

2.      Wilayah Perairan
Wilayah perairan Indonesia lebih luas dibandingkan daratan. Pulau-pulau yang ada di Indonesia dikelilingi oleh perairan. Jenis-jenis bentuk perairan di Indonesia, antara lain.
a.       Laut
Pernahkah kalian pergi ke laut? Bagaimana perasaan kalian? Laut adalah perairan yang sangat luas dan dalam. Air laut terasa asin karena mengandung garam. Laut yang ada di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu laut dangkal dan dalam. Laut dapat menghasilkan ikan, rumput laut, dan sebagainya. Laut yang ada di Indonesia memiliki daya tarik. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya wisatawan yang datang ke laut. Bagian-bagian dari laut adalah sebagai berikut.
1)      Selat
Selat adalah laut sempit yang terletak di antara dua pulau. Indonesia banyak memiliki selat. Selat-selat tersebut menghubungkan antara satu pulau dengan pulau lainnya. Ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Nama selat
Letak
1. Selat Bangka
2. Selat Sunda
3. Selat Madura
4. Selat Peleng
5. Selat Alas
Pulau Sumatra dan Pulau Bangka
Pulau Jawa dengan Pulau Sumatra
Pulau Jawa dengan Pulau Madura
Pulau Sulawesi dan Pulau Peleng
Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa

2)      Teluk
Teluk adalah laut yang menjorok ke daratan. Pada umumnya teluk ini digemari oleh wisatawan. Oleh wisatawan teluk menjadi tempat wisata yang indah dan menarik.
1.      Teluk Sampit Kalimantan
2.      Teluk Bayur Sumatra Barat
3.       Teluk Jakarta Jawa
4.      Teluk Langsa Nanggroe Aceh Darussamalam
5.      Teluk Berau Papua
b.      Sungai
Sungai adalah air yang mengalir di daratan. Air sungai mengalir dari hulu menuju hilir. Sumber air sungai berasal dari mata air, air hujan, dan campuran. Jenis sungai ada yang besar serta panjang dan sempit serta pendek.
Sungai dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya untuk irigasi sawah, pertanian, budidaya ikan dengan keramba, objek pariwisata, PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) bahkan ada yang digunakan untuk transportasi (angkutan). Sungai yang besar dan panjang dimanfaatkan untuk pelayaran, lalu lintas kapal dan sebagainya. Sungai ini banyak ditemui di Sumatra dan Kalimantan. Sungai yang ada di Pulau Jawa berupa sungai kecil dan pendek. Sungai di Jawa dimanfaatkan sebagai pengairan lahan pertanian, dan pembangkit listrik. Sungai dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Nama sungai
Letak
1. Sungai Asahan
2. Sungai Batanghari
3. Sungai Citarum
4. Sungai Gumanti                              
5. Sungai Mamberamo
6. Sungai Mahakam
7. Sungai Bengawan
8. Sungai Musi
9. Sungai Brantas
Sumatra Utara
Jambi
Jawa Barat
Sumatra Barat
Papua
Kalimantan Timur
Solo Jawa Tengah
Sumatra Selatan
Jawa Timur

c.       Danau
Danau merupakan cekungan berisi air yang luas. Danau biasanya dikelilingi oleh dataran. Danau ada dua, yaitu dibuat oleh manusia dan terbentuk oleh alam. Danau yang dibuat manusia disebut danau buatan. Adapun danau yang terbentuk oleh alam disebut danau alami. Danau memiliki ukuran yang besar dan kecil. Danau dapat dimanfaatkan untuk rekreasi, pengairan, dan sebagainya. Apakah kalian pernah melihat danau? Apa yang membedakan danau dengan sungai? Danau ada yang terletak di dataran tinggi dan di dataran rendah.
Nama danau
Letak
1.      Danau Poso, Metama, Towati, Lindu
2.      Danau Jempang, Luar, Genali, Semayang
3.      Danau Toba, Maninjau, Singkarak, Ranau
4.      Danau Batur, Bratan, Buyan
5.       Danau Segara Anak  
6.      Danau Yanuar, Pantai, Sentani
Sulawesi
Kalimantan
Sumatra
Bali
Lombok
Papua


B.     Sosial budaya
Mengapa manusia perlu menyesuaikan diri? Hal ini karena kehidupan sosial dan budaya pada setiap tempat berbeda-beda. Perbedaan tersebut ada karena berbagai faktor. Faktorfaktor tersebut, seperti keadaan alam yang berbeda, peradaban, pengetahuan, dan sebagainya.
Manusia merupakan makhluk sosial. Untuk itu, manusia selalu berhubungan dengan sesama. Manusia harus mampu menyesuaikan diri (adaptasi) di lingkungannya. Khususnya di lingkungan tempat tinggalnya. Indonesia memiliki kebudayaan yang beragam. Setiap budaya memiliki kekhasan. Sebagai generasi penerus kalian harus melestarikan kebudayaan. Keragaman budaya yang ada di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut.
1.      Bahasa
Suku bangsa di Indonesia memiliki bahasa yang berbeda-beda. Nama bahasa diambil dari nama suku bangsa tersebut. Misalnya, suku Jawa menggunakan bahasa Jawa. Suku bangsa di Indonesia umumnya menggunakan dua bahasa. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Bahasa Indonesia digunakan untuk mempermudah komunikasi.
2.      Adat istiadat ( tradisi )
Adat istiadat masing-masing suku bangsa berbeda-beda. Adat istiadat setiap suku bangsa dipertahankan. Adat istiadat tersebut berupa upacara pernikahan, kelahiran, kematian dan sebagainya. Sebagai contoh pada masyarakat Bali terdapat upacara Ngaben. Ngaben adalah acara pembakaran mayat di Bali bagi masyarakat beragama Hindu.
3.      Pakaian daerah
Pakaian daerah menggambarkan keanekaragaman budaya Indonesia. Indonesia memiliki 33 provinsi. Pakaian adat tiap provinsi berbeda-beda. Selain itu, pakaian adat setiap provinsi memiliki keunikan dan kekhasan. Pakaian adat umumnya digunakan pada upacara adat.
4.      Kesenian daerah
Bentuk-bentuk kesenian daerah di Indonesia cukup beragam. Kesenian tersebut seni tari, seni musik, lagu-lagu daerah, dan lain-lain. Masing-masing provinsi memiliki keunikan ragam kesenian.
C.   Peristiwa Alam dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Sosial
Peristiwa alam sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa alam ada yang merugikan dan menguntungkan. Peristiwa alam atau yang telah dikenal dengan bencana alam. Peristiwa alam yang terjadi memengaruhi kehidupan sosial. Peristiwa bukan hanya berpengaruh terhadap kehidupan sosial. Akan tetapi, peristiwa alam juga berpengaruh terhadap lingkungan alam. Peristiwa-peristiwa alam yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial, antara lain .
1.      Banjir
Banjir merupakan peristiwa alam yang terjadi pada musim hujan. Faktor penyebab banjir karena alam dan ulah manusia. Banjir karena faktor alam berupa curah hujan yang tinggi. Banjir karena faktor manusia berupa membuang sampah sembarangan, penebangan pohon, dan sebagainya. Peristiwa banjir berpengaruh terhadap kehidupan sosial. Contohnya rumah-rumah banyak terendam, menimbulkan penyakit, bahkan kadang menimbulkan korban jiwa. Selain itu, aktivitas masyarakat akan lumpuh jika banjir tidak surut.
2.      Gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran pada permukaan bumi yang berasal dari dalam bumi. Gempa bumi sering terjadi di Indonesia. Kekuatan getaran gempa bumi diukur dengan skala Richter.
Gempa bumi di bagi menjadi dua jenis, yaitu
1)      Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena pergeseran lapisan permukaan bumi. Gempa ini dapat terjadi di daratan dan laut.
2)      Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi di sekitar gunung api yang akan meletus Gempa ini hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut Gempa bumi berkekuatan lemah biasanya tidak menimbulkan banyak kerugian. Lain halnya dengan gempa bumi berkekuatan besar. Seringkali dapat menimbulkan kerugian. Seperti kehilangan tempat tinggal, korban jiwa dan sebagainya. Gempa yang terjadi di laut dapat menimbulkan gelombang tsunami.
3.      Gunung meletus
Indonesia merupakan negara yang banyak memiliki gunung api. Gunung api di Indonesia tersebar di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Hanya Kalimantan yang tidak memiliki gunung api. Gunung api menimbulkan bahaya. Seperti awan panas, hujan abu, banjir lahar, dan sebagainya. Selain itu, gunung api juga mendatangkan manfaat. Manfaatnya adalah tanah menjadi subur. Kesuburan tanah tersebut digunakan masyarakat untuk kegiatan pertanian.
4.      Tanah longsor
Tanah longsor sering terjadi pada musim hujan. Akhir-akhir ini, wilayah-wilayah di Indonesia sering mengalami tanah longsor. Faktor penyebabnya berupa penebangan hutan secara liar. Hal ini mengakibatkan tanah menjadi gundul. Tanah yang gundul pada saat hujan mudah longsor. Adapun penyebabnya tanaman yang berfungsi sebagai penyerap air sudah tidak ada. Tanah longsor yang terjadi dapat menimbulkan kerugian. Kerugian yang dirasakan masyarakat berupa korban jiwa, harta benda, dan sebagainya. Tanah longsor banyak terjadi pada daerah yang berlereng.
D.    Pengaruh Perilaku Masyarakat Terhadap Peristiwa Alam
Terjadi peristiwa alam sekarang ini disebabkan oleh alam dan oleh manusia. Peristiwa alam akibat proses alam dapat terjadi kapan saja. Peristiwa alam akibat proses alam sulit untuk dihindari. Peristiwa alam tersebut berupa gempa bumi, gunung meletus, tsunami, angin topan, dan sebagainya. Selain itu, terdapat peristiwa alam yang terjadi akibat ulah manusia. Peristiwa alam akibat ulah manusia itu dapat dihindari atau dicegah. Peristiwa alam akibat ulah manusia berupa banjir, tanah longsor, polusi, dan sebagainya. Peristiwa alam yang terjadi belakangan ini terjadi karena ulah manusia. Perilaku masyarakat yang tidak ramah terhadap alam penyebab terjadinya peristiwa alam. Perilakuperilaku tersebut berupa membuang sampah sembarangan, penebangan hutan, pembakaran hutan, dan sebagainya. Peristiwa alam akibat alam dapat dicegah. Pencegahan itu berupa perubahan perilaku masyarakat yang menjadi ramah lingkungan dan selalu menjaga lingkungan.

;;

By :
Free Blog Templates